← Kembali
Ekonomi · Republika · Sat, 24 Oct 2026 14:00:00 +0700

Bitcoin Melemah, Investor Pantau Sentimen Global dan Arus Dana ETF

Arus masuk ETF Bitcoin AS turun tajam dalam dua hari. JAKARTA – Harga Bitcoin kembali melemah ke kisaran 81.600 dolar AS pada perdagangan Jumat (23/10/2026), turun sekitar 2,3 persen dalam 24 jam terakhir. Tekanan terhadap aset kripto terbesar tersebut terjadi di tengah meningkatnya kehati-hatian investor terhadap pasar keuangan global, dengan level 80 ribu dolar AS menjadi area penopang harga ( support ) yang perlu dicermati. Berdasarkan data CoinMarketCap yang dihimpun Bittime pada Jumat pagi, Bitcoin bergerak dalam rentang 81.567 dolar AS hingga 84.840 dolar AS selama 24 jam. Pelemahan tersebut terjadi setelah harga Bitcoin sempat mendekati 85 ribu dolar AS pada 21 Oktober 2026 sebelum kembali mengalami tekanan jual. Dalam riset internal periode Oktober 2026, analis Bittime mengidentifikasi area 80 ribu dolar AS sebagai support bulanan Bitcoin. Sementara itu, level 85 ribu dolar AS menjadi area hambatan kenaikan harga ( resistance ) yang perlu diperhitungkan investor. Kedua level tersebut merupakan acuan analisis teknikal dan bukan jaminan bahwa harga Bitcoin akan bertahan atau berbalik arah. Pergerakan harga tetap dipengaruhi kondisi likuiditas, aktivitas perdagangan, serta perubahan sentimen investor. Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn mengatakan, pelemahan Bitcoin mencerminkan sensitivitas pasar kripto terhadap dinamika ekonomi dan pergerakan aset keuangan global. Karena itu, investor perlu melihat berbagai indikator sebelum mengambil keputusan investasi. “Investor perlu mencermati berbagai indikator untuk memahami konteks pergerakan harga, tanpa berasumsi bahwa tekanan saat ini akan berlanjut atau segera berbalik,” ujar Ryan, Sabtu (24/10/2026). Tekanan terhadap Bitcoin turut berlangsung di tengah pelemahan saham teknologi dan meningkatnya kehati-hatian terhadap aset berisiko. Ketidakpastian mengenai valuasi perusahaan teknologi serta besarnya belanja infrastruktur kecerdasan buatan (AI) menjadi sejumlah perkembangan yang dicermati pelaku pasar. Selain pasar saham, arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) juga menjadi faktor yang diperhitungkan. Perubahan imbal hasil surat utang pemerintah AS dan penguatan dolar AS berpotensi memengaruhi aliran dana ke aset berisiko, termasuk Bitcoin. Riset Bittime mencatat inflasi AS pada September 2026 sebesar 3,7 persen secara tahunan. Perusahaan juga menyoroti harga minyak mentah Brent yang mencapai sekitar 111 dolar AS per barel pada 20 Oktober 2026 sebagai salah satu perkembangan yang berkaitan dengan risiko inflasi global. Meski demikian, perkembangan makroekonomi tidak dapat dijadikan penjelasan tunggal atas pelemahan Bitcoin. Perubahan posisi investor serta aktivitas perdagangan di pasar spot dan derivatif juga dapat memengaruhi pergerakan harga. “Ekspektasi suku bunga, perkembangan inflasi, dan kondisi pasar keuangan global dapat memengaruhi selera risiko investor. Namun, respons Bitcoin terhadap faktor-faktor tersebut tidak selalu sama. Karena itu, analisis sebaiknya mempertimbangkan berbagai indikator dan tidak hanya bertumpu pada satu perkembangan,” jelas Ryan. Dari sisi permintaan institusional, arus dana pada produk dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot di Amerika Serikat menunjukkan perubahan cukup besar dalam dua hari perdagangan. Berdasarkan laporan Cointelegraph yang dikutip Bittime, ETF Bitcoin spot AS mencatat arus masuk bersih sekitar 526,7 juta dolar AS pada 19 Oktober 2026. Angka tersebut turun menjadi sekitar 23,2 juta dolar AS pada 20 Oktober 2026. Perubahan arus dana tersebut menjadi salah satu indikator untuk membaca minat investor institusional terhadap Bitcoin. Namun, arus masuk ETF tidak selalu diikuti kenaikan harga karena pasar juga dipengaruhi likuiditas dan aktivitas perdagangan yang lebih luas. Di Indonesia, aktivitas perdagangan aset kripto masih menunjukkan peningkatan berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Nilai transaksi aset kripto pada Agustus 2026 mencapai Rp23,16 triliun, meningkat 12,87 persen dibandingkan Juli 2026 sebesar Rp20,52 triliun. Jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital juga mencapai 23,21 juta pada Agustus 2026. Kendati demikian, peningkatan transaksi domestik tidak serta-merta mencerminkan penguatan harga aset kripto karena nilai perdagangan dapat meningkat ketika pasar mengalami volatilitas. Di tengah kondisi tersebut, Bittime menyediakan layanan perdagangan aset kripto melalui produk Spot, Staking, dan Futures. Pada perdagangan berjangka, pengguna dapat mengambil posisi long ketika memperkirakan harga naik atau short ketika memperkirakan harga turun. Namun, penggunaan fasilitas pengungkit atau leverage pada perdagangan berjangka dapat memperbesar potensi kerugian. Risiko likuidasi juga perlu dipertimbangkan apabila pergerakan harga tidak sesuai dengan posisi yang diambil investor. “Bittime Futures memungkinkan pengguna mengambil posisi long maupun short berdasarkan analisis pasar. Namun, pengguna perlu memahami mekanisme leverage , margin , dan risiko likuidasi sebelum bertransaksi. Tidak ada strategi yang dapat menjamin keuntungan di tengah pergerakan harga yang tidak pasti,” tegas Ryan. Bittime mengingatkan investor untuk memahami karakteristik dan risiko masing-masing produk investasi. Analisis teknikal, perkembangan ekonomi global, maupun arus dana ETF dapat menjadi bahan pertimbangan, tetapi tidak dapat memastikan arah pergerakan harga Bitcoin. Jl. KH Abdullah Syafei No.30, RT.4/RW.6, Bukit Duri, Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12840 Bukit Duri, Kec. Tebet Jakarta Selatan, Jakarta 12840

Rekomendasi Berita

Ekonomi
Pasokan Gas Dipangkas Indonesia, Begini Langkah Otoritas Singapura
SINGAPURA -- Pengurangan ekspor gas dari Indonesia ke Singapura pada Sabtu (24/10/2026) diketahui sekitar kurang dari 2 persen dari total permintaan gas harian negara tersebut. Demikian disampaikan oleh Otoritas...
Ekonomi
Survei IPO Tempatkan Bahlil sebagai Menteri Paling Diingat Publik
JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menempati posisi teratas sebagai menteri yang paling diingat publik berdasarkan survei Indonesia Political Opinion (IPO). Politikus muda Partai...
Ekonomi
Pesawat Tergelincir di Intan Jaya, Kemenhub Pastikan Seluruh Penumpang dan Awak Selamat
JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan seluruh penumpang dan awak pesawat Asian One selamat setelah insiden keluar landasan saat mendarat di Bandar Udara Bilorai, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah....
Teknologi
Digitalisasi Jadikan Pariwisata Indonesia Tumbuh dan Kuat
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Lingga Pranita HS, Mahasiswa Ekonomi Indonesia mempunyai potensi pariwisata yang sangat besar, memiliki kekayaan alam, dan ragam budaya yang melimpah. Tak heran, setiap daerah memiliki objek dan destinasi...
Teknologi
Inilah 6 Fitur RA WhatsApp Andalan Bagi Penggunanya
Fitur RA WhatsApp Mungkin yang sudah sering menggunakan WhatsApp Mod sudah tidak asing lagi dengan YoWhatsApp. Aplikasi ini banyak dipilih karena memiliki fitur yang lebih lengkap. Namun, pengembang aplikasi YoWhatsApp...
Teknologi
6 Fitur Whatsapp MOD Terlengkap
Fitur Whatsapp MOD Baru-baru ini ada sebuah aplikasi bernama GBWhatsApp yang sudah begitu dimodifikasi dari versi aslinya, dan istilah kerennya adalah WhatsApp MOD. GBWhatsApp ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan Whatsapp...