Survei IPO Tempatkan Bahlil sebagai Menteri Paling Diingat Publik
JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menempati posisi teratas sebagai menteri yang paling diingat publik berdasarkan survei Indonesia Political Opinion (IPO). Politikus muda Partai Golkar, Arief Rosyid Hasan, menilai hasil tersebut menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap kebijakan Bahlil di sektor energi dan sumber daya mineral. Berdasarkan survei IPO bertajuk Refleksi dan Evaluasi Publik: Dua Tahun Kabinet Merah Putih yang dirilis Sabtu (24/10), Bahlil memperoleh 37,5 persen dalam kategori top of mind menteri Kabinet Merah Putih. Posisi berikutnya ditempati Abdul Muhaimin Iskandar dengan 34,1 persen, Zulkifli Hasan sebesar 21,7 persen, dan Agus Harimurti Yudhoyono sebesar 16,5 persen. Dalam kategori pengenalan nama setelah responden diberikan daftar menteri, Bahlil juga menempati posisi teratas dengan perolehan 70,4 persen. Selanjutnya, AHY memperoleh 62,5 persen, Abdul Muhaimin Iskandar 60,9 persen, dan Zulkifli Hasan 48 persen. Arief yang juga menjabat Sekretaris Jenderal DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) menilai perhatian publik terhadap Bahlil tidak terlepas dari kebijakan di sektor energi yang dinilainya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Kebijakan yang memberikan ruang kepada rakyat kecil, mulai dari pengelolaan sumur minyak rakyat, pertambangan rakyat, hingga menjaga harga BBM bersubsidi agar tidak mengalami kenaikan, merupakan bagian dari upaya menerjemahkan arahan Presiden Prabowo Subianto agar kebijakan negara berpihak kepada rakyat,” kata Arief, Sabtu (24/10). Menurut Arief, keberpihakan ekonomi tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi dan peningkatan produksi nasional. Pemerintah, kata dia, juga perlu membuka kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi dan memperoleh manfaat dari pengelolaan sumber daya alam. Ia menilai kebijakan mengenai sumur minyak rakyat dan pertambangan rakyat sejalan dengan upaya memperluas akses ekonomi masyarakat. Adapun upaya mempertahankan harga BBM bersubsidi dinilainya penting untuk menjaga daya beli. “Keberpihakan ekonomi tidak cukup diwujudkan melalui pertumbuhan investasi dan peningkatan produksi nasional. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa masyarakat memiliki kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi, memperoleh manfaat dari sumber daya alam, serta terlindungi daya belinya,” ujarnya. Arief juga menyoroti kebijakan transisi energi yang dijalankan Bahlil. Menurut dia, dorongan untuk mengembangkan berbagai sumber energi bersih dapat menarik perhatian generasi muda terhadap kebijakan sektor energi. Sementara itu, Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah Putra menjelaskan, kategori top of mind mengukur tingkat pengenalan spontan responden terhadap seorang menteri tanpa terlebih dahulu diberikan daftar nama. Survei tersebut dilakukan pada 12–20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden menggunakan metode multistage random sampling . IPO menyatakan survei memiliki margin of error sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Jl. KH Abdullah Syafei No.30, RT.4/RW.6, Bukit Duri, Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12840 Bukit Duri, Kec. Tebet Jakarta Selatan, Jakarta 12840 Email: sekretariat@republika.co.id (Redaksi) marketing@republika.co.id ( Marketing ) event_management@republika.co.id ( Kerjasama ) cc@republika.co.id ( Customer Care )