← Kembali
Politik · Antara News · Fri, 18 Sep 2026 15:48:13 +0700

Hari Demokrasi Internasional 2026: Sejarah dan tujuannya

Direktur LBH Jakarta Arif Maulana (kedua kanan), perwakilan Gusdurian Anita Wahid (kedua kiri), Ketua Komnas Perempuan Azriana (kiri), dan Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos (kanan) berbicara dalam konferensi pers bertajuk Demokrasi Diujung Tanduk, di Jakarta, Minggu (15/9/2019). Konferensi pers yang diadakan dalam rangka peringatan Hari Demokrasi Internasional itu membahas empat aspek penting untuk menilai secara segmentif kondisi demokrasi di Indonesia, diantaranya kebebasan sipil, partisipasi sipil, supremasi hukum dan perlindungan HAM. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pd. Jakarta (ANTARA) - Setiap 15 September, masyarakat dunia memperingati Hari Demokrasi Internasional sebagai momentum untuk kembali melihat pentingnya demokrasi dalam kehidupan bernegara. Peringatan ini juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan kesadaran mengenai hak masyarakat dalam berpartisipasi serta pentingnya pemerintahan yang demokratis. Hari Demokrasi Internasional atau International Day of Democracy ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2007. Peringatan tersebut kemudian pertama kali dilaksanakan pada 15 September 2008. Baca juga: Sejarah Hari Radio Nasional 11 September dan lahirnya RRI Sejarah Hari Demokrasi Internasional Penetapan Hari Demokrasi Internasional tidak terlepas dari upaya masyarakat internasional untuk memperkuat dan mengonsolidasikan demokrasi di berbagai negara. Pada 8 November 2007, Majelis Umum PBB mengadopsi Resolusi 62/7 tentang dukungan terhadap upaya pemerintah dalam mempromosikan dan mengonsolidasikan demokrasi. Melalui resolusi tersebut, PBB menetapkan 15 September sebagai Hari Demokrasi Internasional. Tanggal 15 September dipilih karena bertepatan dengan peringatan Universal Declaration on Democracy yang sebelumnya diadopsi oleh Inter-Parliamentary Union (IPU) pada 1997. Peringatan ini kemudian menjadi agenda tahunan masyarakat internasional. Hari Demokrasi Internasional pertama kali diperingati pada 15 September 2008. Sejak saat itu, tanggal tersebut menjadi momentum untuk meninjau perkembangan demokrasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai prinsip-prinsip demokrasi. Tujuan Hari Demokrasi Internasional PBB menjadikan peringatan ini sebagai kesempatan untuk mendorong pemerintah, lembaga negara, organisasi masyarakat sipil dan masyarakat luas memperkuat nilai-nilai demokrasi. Demokrasi tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan pemilihan umum. Di dalamnya terdapat sejumlah prinsip seperti partisipasi masyarakat, kebebasan berpendapat, hak asasi manusia, kesetaraan, supremasi hukum serta pemerintahan yang bertanggung jawab. Peringatan Hari Demokrasi Internasional juga menjadi kesempatan untuk melihat berbagai tantangan yang dapat memengaruhi kualitas demokrasi di dunia. PBB menempatkan peringatan ini sebagai salah satu momentum untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya demokrasi. Baca juga: Perpusnas ajak masyarakat sadar literasi di Hari Kunjung Perpustakaan Demokrasi dan hak masyarakat Demokrasi memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan publik. Kebebasan menyampaikan pendapat dan memperoleh informasi juga menjadi bagian penting dalam kehidupan demokratis. Dalam konteks tersebut, kebebasan berekspresi merupakan salah satu hak yang diakui dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. Hak tersebut mencakup kebebasan untuk memiliki dan menyampaikan pendapat serta mencari, menerima dan menyebarkan informasi. Namun, perkembangan teknologi informasi juga menghadirkan tantangan baru. Penyebaran misinformasi, disinformasi, ujaran kebencian dan konten manipulatif dapat memengaruhi ruang publik serta proses demokrasi. Karena itu, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kualitas ruang publik dengan mengedepankan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan menghormati perbedaan pendapat. Peringatan Hari Demokrasi Internasional 2026 Hari Demokrasi Internasional tetap diperingati setiap 15 September pada 2026. Kalender resmi PBB mencantumkan 15 September 2026 sebagai tanggal peringatan International Day of Democracy. Peringatan tersebut dapat menjadi momentum untuk merefleksikan kondisi demokrasi, termasuk bagaimana masyarakat menggunakan hak politik dan kebebasan sipil secara bertanggung jawab. Dengan demikian, Hari Demokrasi Internasional bukan sekadar peringatan tahunan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa demokrasi membutuhkan partisipasi masyarakat, perlindungan hak asasi manusia, kebebasan sipil dan institusi yang mampu menjalankan pemerintahan secara bertanggung jawab. Baca juga: Hari Bhakti ke-81 Postel angkat kepedulian sosial lewat donor darah Baca juga: HBN 2026 di Surabaya dorong ekonomi perajin batik Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2026 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Kirim Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Rekomendasi Berita

Ekonomi
Pasokan Gas Dipangkas Indonesia, Begini Langkah Otoritas Singapura
SINGAPURA -- Pengurangan ekspor gas dari Indonesia ke Singapura pada Sabtu (24/10/2026) diketahui sekitar kurang dari 2 persen dari total permintaan gas harian negara tersebut. Demikian disampaikan oleh Otoritas...
Ekonomi
Survei IPO Tempatkan Bahlil sebagai Menteri Paling Diingat Publik
JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menempati posisi teratas sebagai menteri yang paling diingat publik berdasarkan survei Indonesia Political Opinion (IPO). Politikus muda Partai...
Ekonomi
Pesawat Tergelincir di Intan Jaya, Kemenhub Pastikan Seluruh Penumpang dan Awak Selamat
JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan seluruh penumpang dan awak pesawat Asian One selamat setelah insiden keluar landasan saat mendarat di Bandar Udara Bilorai, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah....
Teknologi
Digitalisasi Jadikan Pariwisata Indonesia Tumbuh dan Kuat
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Lingga Pranita HS, Mahasiswa Ekonomi Indonesia mempunyai potensi pariwisata yang sangat besar, memiliki kekayaan alam, dan ragam budaya yang melimpah. Tak heran, setiap daerah memiliki objek dan destinasi...
Teknologi
Inilah 6 Fitur RA WhatsApp Andalan Bagi Penggunanya
Fitur RA WhatsApp Mungkin yang sudah sering menggunakan WhatsApp Mod sudah tidak asing lagi dengan YoWhatsApp. Aplikasi ini banyak dipilih karena memiliki fitur yang lebih lengkap. Namun, pengembang aplikasi YoWhatsApp...
Teknologi
6 Fitur Whatsapp MOD Terlengkap
Fitur Whatsapp MOD Baru-baru ini ada sebuah aplikasi bernama GBWhatsApp yang sudah begitu dimodifikasi dari versi aslinya, dan istilah kerennya adalah WhatsApp MOD. GBWhatsApp ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan Whatsapp...